Meskipun digelar pada Minggu pagi, antusiasme sama sekali tidak kendur. Sorak-sorai penonton pecah bergantian saat jalannya pertandingan semakin memanas. Adu taktik dan gengsi antara kekuatan Eropa dan Amerika Latin (Portugal vs Kolombia) serta dominasi sang juara dunia Argentina saat meladeni perlawanan sengit Yordania, sukses menguras emosi semua yang hadir.
Hebatnya, tidak ada sekat formalitas pagi itu. Wadan Kodaeral XI, para perwira, prajurit, hingga nelayan tradisional duduk berdampingan, menikmati kopi hangat, dan sesekali terlibat perdebatan seru khas komentator sepak bola. Bagi para nelayan, undangan nobar di dalam pangkalan militer ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Selama ini, interaksi mereka dengan TNI AL lebih sering terjadi di tengah laut saat pemeriksaan atau patroli keamanan.
Hingga peluit panjang babak kedua ditiup 2 pertandingan, atmosfer kebersamaan di Satrol Kodaeral XI tetap terjaga. Melalui bahasa universal sepak bola, Kodaeral XI sukses menciptakan akhir pekan yang tak terlupakan sekaligus memperkokoh fondasi sinergi maritim di ufuk timur Indonesia.
(Dispen Kodaeral XI).




0 Komentar